Minggu, 25 Juli 2021

Dari Titik Nol Kilometer Indonesia

Dari Titik Nol Kilometer Indonesia
Sanggupkah kita berdiam diri melihat kebekuan yang terjadi di sekeliling kita? Saya bergerak, anda?

Pandemi ini telah memporakporandakan sebagian kehidupan. Hanya segelintir orang yang tetap tertawa terbahak-bahak menjalani pandemi ini. Itupun mereka lakukan dalam diam dan dibalik tirai samar-samar antara ada dan tiada. 

Sangat disayangkan, diantara kita masih ada orang yang sanggup dan sampai hati mengerogoti orang lain dengan caranya masing-masing. Korupsi bantuan sosial adalah hal yang paling memuakan. 

Ada banyak hal "sepele" yang mampu memberikan kebahagiaan bagi orang-orang di sekitar kita. Sekedar salam tegur sapa saat berpaspasan, bertegur sapa di dunia maya, maupun sekedar me-like atau memberikan komentar positif pada status-status kenalan di sosial media. 

Saya bersama beberapa rekan di Pondok Kreatif Cisaranten dari awal pandemi Maret 2020 hanya sekedar bertahan hidup. Sembari mencoba berbuat sesuatu untuk orang lain melalui kemampuan yang kami miliki. 

Ada anomali yang tidak kami prediksi. Saat menawarkan kemampuan personil dan sumber daya kami untuk membangun bisnis online dengan biaya seikhlasnya, sangat sedikit yang mengambil kesempatan tersebut. Pada saat kami luncurkan layanan dengan potongan biaya 50% malah peminatnya lebih banyak. Saat ini, tarif normal diberlakukan, justru permintaan pembuatan aplikasi tidak mampu kami penuhi seluruhnya karena keterbatasan personil dan sumber daya. 

Berawal dari Foto sederhana Tugu Titik Nol Kilometer Indonesia, kami berharap mampu memotivasi diri kami untuk bergerak lebih jauh. Membangun sistem Extended Reality secara gotong royong, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.

Mari berbuat, mari bergerak bagi sekeliling kita, Sang Maha Pencipta tidak akan membiarkan mahluk ciptaan-Nya hidup tanpa rezeki. 

Bergerak ke arah yang belum tentu benar, lebih baik dari pada diam di tempat yang salah.

Kamis, 25 Februari 2021

Tipe Data String, Array, Object dan Array of Object implementasi di Framework PHP Laravel, Javascript Vue dan Apps Flutter

Buset dah ternyata masih ada juga ni blogspot, dah lama banget gak kesentuh, list postingan status draft ampe belasan gak di publish.

Lumayan lah buat catetan online, sekaligus siapa tau ada yang butuh juga. Belakangan ini untuk ngebangun website selalu menggunakan framework PHP Laravel. Setelah mencla-mencle framework yii dan codeigniter akhirnya jatuh hati ke Laravel. Nyaman aja baca dokumentasi resminya di web laravel.com.

Vue dan Flutter baru ngejajal dibeberapa project satu tahun belakangan ini buat web dan aplikasi android dan iOS. Bahasa kerennya UI/UX dan frontends. Dengan backend API dari Laravel.

Salah satu yang sering dipake untuk nyambungin frontends dan backends yaitu saling kirim dan terima data. Berikut tipe-tipe data yang sering dipake berikut contohnya:

integer :

viewer: 100


string :

title: 'Pertanian Indonesia'


boolean :

status: true


array :

brands: ['toyota','honda']


object :

vehicles: {

      1: 'car',

      2: 'motor',

      3: 'bus'

}


array of object :

cars = [

  {

    "color": "purple",

    "type": "minivan",

    "capacity": 7

  },

  {

    "color": "red",

    "type": "station wagon",

    "capacity": 5

  },

]







Minggu, 18 Maret 2018

Upload file di yiiframework

Bikin fungsi upload file di yiiframework sebenernya gak susah-susah amat. cuma sering kali lupa nambahin 'htmlOptions'=>array('enctype'=>'multipart/form-data'), di form widget, alhasil form dah ngirim, file gak naik ke server.
Catatan berikut buat gampang kalau lupa lagi.



di view awalnya kalau generate pake gii isinya kurang lebih gini :

<?php 
$form=$this->beginWidget('CActiveForm', array(
'id'=>'content-form',
'enableAjaxValidation'=>false,
)); 
?>
<div class="row">
<div class="col">
       <?php echo $form->labelEx($model,'avatar'); ?>
       <?php echo $form->textField($model,'avatar'); ?>
       <?php echo $form->error($model,'avatar'); ?>
</div>
</div>

<div class="row buttons">
<?php echo CHtml::submitButton($model->isNewRecord ? 'Create' : 'Save'); ?>
</div>

<?php $this->endWidget(); ?>

ubah $form->textField($model,'avatar') jadi $form-> fileField($model,'avatar')

tambah baris 'htmlOptions'=>array('enctype'=>'multipart/form-data'), dalam widget form

setelah dibenerin file view kurang lebih jadi gini :

<?php 
$form=$this->beginWidget('CActiveForm', array(
'id'=>'content-form',
'enableAjaxValidation'=>false,
'htmlOptions'=>array('enctype'=>'multipart/form-data'), 
)); 
?>
<div class="row">
<div class="col">
        <?php echo "Avatar <b>(.jpg)</b>"; ?>
           <?php echo $form->fileField($model,'avatar',
                 array(
                'size'=>20,
                'maxlength'=>200
           )); ?> 
        <?php echo $form->error($model,'avatar'); ?>
</div>
</div>

<div class="row buttons">
<?php echo CHtml::submitButton($model->isNewRecord ? 'Create' : 'Save'); ?>
</div>

<?php $this->endWidget(); ?>




Rabu, 07 Agustus 2013

Lebaran Tanpa Ketupat

Meski sidang Isbat Kementerian Agama Republik Indonesia belum juga usai, kumandang takbir belum juga terdengar, ibu-ibu kebanyakan sudah sangat sibuk dengan urusan dapurnya masing-masing. Bahkan kalau dilihat lebih jeli lagi, dapur orang lain juga ikut dibikin sibuk oleh ibu-ibu yang masih sangat sibuk dengan urusan lainnya. Ditengah inflasi negeri ini yang tinggi dan harga-harga bahan pokok yang melonjak pun, para ibu-ibu seakan gak terpengaruh dengan kondisi tersebut. Inflasi boleh tinggi, harga-harga boleh gak masuk akal, urusan persiapan dapur menjelang Idul Fitri nggak boleh kalah dengan kondisi tersebut.

Untuk kami, lebaran 1434 H kali ini, merupakan lebaran pertama di rumah sendiri, tahun-tahun sebelumnya, setelah Kakek dan Nenek di Tasik dan Ciamis sudah berpulang, biasanya minimal H-1 sudah merapat ke rumah ortu saya di Setrasari, atau ortu istri di Baturaden kedua-duanya masih di kota Bandung. Urusan masak-memasak dikomandoi oleh Ibu atau Mamah, kami cuma sekedar bantu-bantu alakadarnya aja.

Dari lepas imsak dan shalat subuh, Bunda dah sibuk hunting bahan-bahan masakan yang belum terbeli kemaren. Saya seperti biasa, lanjut menikmati dinginnya kota Bandung di balik selimut. Lepas Dzuhur kami bareng-bareng beberes rumah dilanjutkan dengan acara masak bareng di bantu Tiara yang terlihat lemes di hari terakhir dan Fikri yang dah gak sabar nunggu Magrib, karena pengen keliling kampung untuk takbiran bersama temen-temennya.

Akhirnya acara masak-memasak selesai dengan menu sederhana gak lupa sambel goreng kentang hati(terpaksa pake hati ayam  karena hati sapi nggak ketemu meski dah keluar masuk pasar) + pete kesukaan saya. Meski dah berbagai menu dah siap, perasaan masih ada yang kurang.

Dan ternyata. Sang ketupat memang belum ada. So, lebaran kali ini, tanpa ketupat di meja makan. Kalau ada yang mau ngirim, ditunggu ya. D

Minggu, 16 Juni 2013

Adil itu gak harus sama : cerita KRL Jabodetabek Cawang-Bogor di sabtu pagi

Tadinya mau nulis tentang rencana kenaikan harga bbm (bahan bakar minyak) yang lagi rame, tapi gak jadi ah, dah banyak yang bahas. Tapi intinya memang dari 1995 yakin banget kalau bbm mending harga pasar aja gak usah pake subsidi-subsidian biar rakyat mandiri. Gak manja dikit-dikit naik kendaraaan, sampe anak segede upil aja (yang boror-boro punya SIM, bikin KTP aja blum cukup umur) disuruh ke warung pake motor, trus karena pake motor, nyari warungnya yg jauh sambil jalan-jalan. Seringkan liat anak-anak segede upil sliweran naik motor? Hayooo anak siapa itu?

Mending uang subsidinya bikin infrastruktur dan transportasi masal yang ciamik, bayangin aja sejak tahun kapan subsidi bbm, kayaknya total dah ribuan Trilun Rupiah. Dengan transportasi masal yang cukup, keren dan nyaman, yakin 100% rakyat juga akan milih naik transportasi masal tanpa repot-repot ngabisin anggaran promosi sosialisasi di berbagai media koran, radio, televisi dan sebagainya seperti yang hari ini muncul PSA-nya (Public Service Advertising : Iklan Layanan Masyarakat) sosisalisasi rencana kenaikan bbm di televisi nasional.

Ehh... malah keterusan bahas rencana kenaikan bbm nya. hehehehe. Lanjut ah.

Senin, 06 Mei 2013

Kebutuhan Cina terhadap Kakao 5 tahun ke depan salah hitung atau salah ucap? atau saya yang salah?


LATAR BELAKANG
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi beserta delegasinya berkunjung ke Indonesia hari Kamis, 2 Mei 2013 dan diterima oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Kantor Kemenkeu Jakarta. Kunjungan tersebut ditujukan untuk membahas hubungan bilateral kedua negara dan hubungannya dengan ASEAN. 

Ada enam point kerjasama bilateral yang tercatat pada kunjungan tersebut : 
  • Bidang ketahanan pangan 
  • Bidang pertanian 
  • Bidang energi 
  • Bidang kelistrikan
  • Bidang perdagangan
  • Bidang investasi 

Dalam bidang investasi, China akan melakukan investasi ke luar negeri senilai US$ 1,5 triliun dari berbagai sektor. Wang Yi berharap Indonesia menjadi tujuan utama investasi tersebut. Selain membahas ke enam bidang kerjasama tersebut di atas, Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi juga menyampaikan kebutuhan negaranya terhadap kakao yang mencapai nilai US$ 1 Triliun sampai 5 tahun ke depan. Wang Yi juga mengharapkan Indonesia sebagai negara sahabat Cina, mendapatkan peluang lebih banyak. Sebagai negara penghasil kakao ketiga terbesar di dunia, sudah sepantasnya Indonesia menyikapi pernyataan Wang Yi dengan tepat sehingga kesempatan tersebut membawa keuntungan kepada dua belah pihak dan mengedepankan kepentingan pembangunan nasional jangka panjang. 

Senin, 11 Maret 2013

Marketing Class MB IPB

Muhamad Devi Riswandi

Class of E43 2012 Graduate Student of Master Program in Management
Graduate Program of Management and Business
Bogor Agricultural University


Menghadiri Pernikahan Andin sepulang kuliah Manajemen Pemasaran
Menghadiri Pernikahan Andin sepulang kuliah Manajemen Pemasaran
Marketing Management Class PMB 541
Lecturer :
Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc
www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id
sumarwan@mb.ipb.ac.id

Dr. Ir. Kirbrandoko, MSM

Rabu, 13 Februari 2013

Pulang dan bangun kampung halaman!

Jakarta kemarin hujan dan macet, bahkan sang gubernur kondang Jokowi   sempat menyampaikan kepesimisannya menangulangi masalah banjir ibu kota.
Dengan jumlah peduduk 12 juta orang Jakarta sudah sangat sesak dan penuh dengan kemacetan. wacana terhadap pemindahan ibu kota negara mulai ramai lagi diperbincangkan. Kalau pada postingan sebelumnya saya sempat menyampikan juga mengenai wacana pemindahan ibu kota negara, saat ini saya berpikiran lain. Teori: penduduk luar Jakarta berbondong-bondong memenuhi ibu kota negara dengan harapan mendapatkan penghidupan lebih baik. Pertanyaannya: "Apakah penghidupan yang lebih baik, tidak mungkin didapatkan di kampung halaman?" Untuk menjembatani teori dan pertanyaan ada baiknya saya ceritakan secara singkat pengalaman pribadi.

Selasa, 22 Januari 2013

Almamaterku Tercinta is TLW

Gara-gara share pages-nya Seorang Sobat dari Bali jadi inget masa lalu. Tahun 1994 berjuang masuk kedokteran Unpad gak keterima, tadinya, dari pada nganggur iseng-iseng memenuhi undangan dari Institut Teknologi Adityawarman (loh kok diklik bukan link ke web kampusnya? iya, kampusnya dah berubah jadi Universitas Kebangsaan) sambil bimbingan belajar di GO Bandung. Sebulan kuliah, di ajak sama si Kojek ikutan Teater Lima Wajah akhirnya keasikan lupa ama kedokteran. Blas, total di teknik elektro, ternyata emang cocok, ulak-ulik alat, nggak jalan bisa dibanting-banting(kebayang kalau ambil kedokteran kan? ngebanting apa hayooo?) Akhirnya 2000 lulus dengan nilai pas-pasan meski tugas akhirnya sukses berat dikerjain selama 18 bulan. Dapet gelar ST. Banyak yang bilang saya ST-nya bukan Sarjana Teknik. Tapi Sarjana Teater :D 80% waktu habis di kegiatan mahasiswa, 20% di kelas. Mulai dari Teater, Pers Kampus ampe Himpunan. That time is the best moment in my life lah pokoknya. Dosen favorit tentu saja dosen informal Kang Dodi. Setelah kedua orang tua, Beliau lah yang ngajarin hidup. The real life! Bahwa hidup harus dinikmati, bahkan setiap tarikan dan hebusan nafas sekali pun. Olah sukma bikin jiwa tenang, eksis di kegiatan harus, kuliah tetep nomer #1. selalu itu pesen beliau untuk anggota TLW. Ngabisin waktu bareng berbulan-bulan untuk sebuah naskah sering dijalanin, bikin para anggota layaknya TLW jadi sebuah keluarga. (Bahkan ada yang jadi keluarga beneran :D). pindah dari satu panggung ke panggung lain bikin mental kami kuat, pendalaman peran karena tuntutan naskah bikin kami kadang kayak orang lain, sekaligus makin banyak tau tentang hal-hal lain selain materi yang didapet dari kelas mata kuliah formal.

Sabtu, 19 Januari 2013

Kekuatan Situasi

Ngurus kerjaan di pulau Sumatera, 6 jam perjalanan darat dari kota Palembang ditempuh tengah malem setelah menikmati keramahan tuan rumah di daerah Keten Permai. Semula perjalanan rencana lewat darat untuk mempermudah mobilitas di Sumatera. H-1 sebelum hari keberangkatan situasi jalan Tol  Jakarta-Merak nggak memungkinkan untuk dilewati, hujan yang terus mengguyur menyebabkan ruas jalan tergenang air. Akhirnya diputuskan keberangkatan Jakarta-Palembang menggunakan pesawat udara, perjalanan Palembang-Lokasi menggunakan mobil melalui jalan darat. Perjalanan dimulai sabtu malam  bersama Kak Benz dan Mas Bagas, dengan rencana begitu landing langsung berangkat ke lokasi, setup hardware, setting software, Senin lobi-lobi, Selasa bikin proposal untuk kegiatan 2013, beres-beres,    pulang ke Jakarta, Kamis ujian MKM. Ternyata lagi-lagi situasi berbeda, meski penerbangan menuju Sultan Mahmud Baharudin II tanpa delay dan suasana di kabin pesawat nyaman. Mobil jemputan mengalami keterlambatan karena mengalami gangguan pada bannya. Setelah setengah jam menungggu di area terbuka(karena semua tempat makan dan minum telah tutup) mobil jemputan yang dikendarai Ari dan ditemani Ade akhirnya muncul juga. Untuk memperkecil resiko dijalan, kami memutuskan untuk memeriksa dulu kendaraan sambil mengunjungi sahabat di Kenten Permai. Setelah pemeriksaan beres sekitar jam 12 malam, perjalanan dimulai, seperti biasa ada perebutan posisi supir dulu, maklum, pada lebih suka menyetir dari pada duduk manis di bangku penumpang. Perebutan akhirnya dimenangkan oleh saya. :) Perajalan sekitar 250km di tempuh dalam waktu 4 jam saja. Lebih  cepat dari biasanya, jalanan begitu lenggang tanpa terlihat iring-iringan truk pengangkut batu bara yang biasanya kami jumpai di perjalanan menuju lokasi. Ngobrol sama penduduk lokal, ternyata Gubernur Sumatera Selatan, Alex Nurdin telah melarang truk angkutan batu bara melaui jalan umum. Maaf pembaca, bagian ini belum akan dibahas pada postingan kali ini. ceritanya panjang dan menarik perihal dibalik pelarangan tersebut.

Senin, 17 September 2012

upsss RAPBN 2013 Rp 1657,9 T ternyata salah hitung

Lagi cari2 bahan buat konsep, mampir ke website kementerian keuangan http://www.depkeu.go.id ups, masih departemen, padahal dah rubah kementerian ya. gak usah dibahas lagi, tempo hari hal ini dah di bahas di postingan sebelumnya http://mdrbdg.blogspot.com/2012/08/pemerintah-indonesia-internet-dan.html

Tring langsung muncul RAPBN 2013. Download dulu untuk arsip dari pada nanti pas perlu susah nyari :)


Tring lagi, langsung liat anggaran pendidikan, tertera Rp. 331,8 T. Keren naik banget dari tahun kemaren 2012 Rp. 288.56 T.


Iseng aja, langsung buka libreoffice Calc

Minggu, 16 September 2012

Memanjakan diri dengan masa lalu dan organisasi yang besar

Secara gak sadar, seringkali saya menceritakan keberhasilan-keberhasilan yang telah di capai di masa lalu kepada orang-orang baru di sekeliling.
Keberhasilannya apa saja?
Maaf, pembaca kemungkinan besar gak kan menemukan jawaban itu di postingan kali ini. :)


Jumat, 07 September 2012

Berbesar hati, kesungguhan dan kesabaran dalam memperbaiki sesuatu

"Ngapain sih cape-cape kuliah lagi? Pekerjaan ada, bisnis lumayan. Dah ngabisin duit, waktu tersita pula." Pertanyaan dan pernyataan senada itu sering dilontarkan. :)  Bahkan Fikri dan Tiara buah hati sempet protes. "Ayah kok sekarang di rumahnya sebentar banget? Kami kan masih kangen" Celoteh mereka. :'(

"Just wanna be better", sebuah kalimat yang tertanam untuk menjalani segala aktifitas selama ini, keluarga dan usaha di Bandung, kerja di Jakarta, kuliah dua malam di Jakarta, satu hari di Bogor. Busy as bee, seperti seringkali status seseorang yang ada di kontak bbm saya.

Sebuah uraian yang sebenarnya gak bersinggungan langsung dengan mata kuliah Sistem Agribisnis dan Agroindustri mengingatkan pada banyak hal. Mulai dari masalah pribadi, keluarga, pekerjaan, usaha, bangsa Indonesia tercinta dan dunia.

Di ilustrasikan oleh dosen malam ini, bagaimana pada awalnya sistem transportasi darat di Inggris jaman dulu
saat memakai kuda, bisa dibilang hampir tidak ada peraturan yang diterapkan, 

Kamis, 30 Agustus 2012

Indonesia, Internet dan SEO dan usul web site instansi pemerintah

abis baca2 berita di http://www.budpar.go.id berita Kemenparekraf Gelar Festival Kopi Indonesia. Kemenparekraf bekerjasama dengan Pemkab Gianyar, Kerajaan Ubud, Asosiasi Kopi Spesial Indonesia, Komunitas Kopi, dan Blogger Kopi akan menggelar Festival Kopi Indonesia (Indonesian Coffee Festival/ICF) di Ubud Bali pada 15-16 September 2012.
balik ke home iseng click lpse nya

baru ngeh bahwa linknya lpse.PAREKRAF.go.id bukan lpse.BUDPAR.go.id
gak tau ada kemajuan atau memang dari awal Kementerian ini berubah nama.atau baru aja bikin domainnya. gak usah berburuk sangka, lari ke who.is dapet

REGISTRY WHOIS FOR PAREKRAF.GO.ID

Whois Results for "parekraf.go.id".
Domain Name: parekraf.go.id
Creation Date: 2011-11-01T00:00:00.0Z......... dst
Information Updated: Wed, 29 Aug 2012 17:53:27 UTC


ow lumayan cepet berarti, kalau mari pangestu dilantik oktober 2011, bikin domain november 2011, berarti langkahnya gak terlalu lambat.


masih penasaran, lari lagi ke google, masukin kementerian pariwisata dan industri kreatif, :) masih budpar.go.id yg muncul paling atas. eh ternyata salah ya? kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif ups yg muncul tetep sama.

tambahin lpse di depannya. yup. better dari pada tanpa lpse. langsung lpse.parekraf.go.id muncul paling atas.


apa itu artinya pengguna internet indonesia lebih banyak yang nyari proyek lewat lpse dari pada baca profil, berita dan sosialisasi kinerja dan hasil dari kementerian-kementerian di Indonesia?

dah ada yang survey blum ya? kalau belum ada, silahkan temen2 di kementerian komunikasi dan informatika satu ide buat project kajian tuh untuk tahun depan.

ngomong-ngomong project, ini sih usul aja, di RAK/TOR pembangunan web site, atau perawatan web site atau pengembangan website tahun depan, titip satuuu aja, tolong tambahin pembangun atau perawat atau pengembang di syaratkan SEO untuk web site instansi pemerintah, sayang kan, dah dibikin website bagus dan mahal, unik lagi namanya. gak mungkin ada lebih dari satu instansi pemerintah indonesia di dunia ini, kalau di cari di search engine langsung nongol di minimal halaman pertama. syukur-syukur di halaman pertama paling atas.

banyak kok referensi SEO, buku-buku banyak, di internet juga banyak. 

bolehkan usul yang masuk akal kayak gitu?

Kamis, 09 Agustus 2012

Pemerintah Indonesia, internet dan integrated marketing communication vs anggka pengguna internet di Indonesia

lagi asik ketak-ketik bikin sesuatu. ngehang dikit kurang bahan. googling2. ehhh ketemu link ini http://indonesia.go.id/in/kementerian/kementerian/kementerian-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif.html
belum sempet baca isi, baru baca judul, trus mata ngelirik ke pojok kiri bawah. bulak-balik baca link ama pojok kiri bawah. perasaan ada yang jangal.

bener aja janggal. linknya kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif kok judul isinya masih kementerian kebudayaan dan parawisata ya? dengan website dan email masih berdomain budpar.go.id
please deh. ini indonesia.go.id seharusnya setelah sekian bulan nama kementeriannya dirubah oleh "mereka" sendiri, judul di dalemnya kok gak diupdate? dipake apa aja dana maintenance web yang ada setiap tahun anggarannya?


Rabu, 01 Agustus 2012

Efek Pengali untuk yang pingin kaya

Abis berlembar2 buku dibaca sambil sesekali buka social networking twitter dan facebook di internet. Atau berkali-kali buka social netwoking sambil baca-baca buku? what ever lah gak penting banget ngebahas itu.

Tadi siang asik ketak-ketik bahan presentasi untuk "beauty contest" di salah satu lembaga tinggi negara. Di temenin partner yang jago nulis dan sabar ketika dimintain pendapat tentang materi yang dibikin. Trims ya Kang Sus. Dan provokator kelas wahid  Kang Pendi

Isi materi presentasi seputar apa aja yang sudah kami lakukan dalam hal peran aktif memajukan industri di salah satu wilayah di Indonesia, trus juga beberapa analisa dan action plan yang yakin keren. Berbagai bidang ilmu sekaligus diterapkan dalam bahan presentasi itu. Pokoknya keren lah, yakin aja bahwa presentasi itu bakal diterima para pejabat dan dapat dieksekusi dengan baik.

Jumat, 20 Juli 2012

Mencari Pembenaran

Hari ini 20 Juli 2012, 1 ramadhan 1433 H menurut golongan yang menghitung (Hisab), dan besok 1 ramadhan 1433 H menurut golongan yang mengamati (Ru'yat). Dan sidang isbat di negara Indonesia menetapkan besok tanggal 21 Juli 2012 sebagai tanggal 1 ramadhan 1433 H. Tapi saya gak akan bahas hal itu lebih dalam karena bukan ahlinya. :)

Luar biasa, gak kerasa begitu lama blog ini gak disentuh2, beberapa tahun ini saya berkelana ke sana kemari mencari sesuatu yang sebenernya saya sendiri gak tau apa?

Berbagai tempat saya datangi, beberapa aktifitas saya jalani. Mulai dari pinggiran gang di sudut kota Bandung Provinsi Jawa Barat, hutan2 tropis di pulau Sumatera, industri kecil di Makasar Provinsi Sulawesi Selatan, usaha ritel di Kupang NTT, sampai hotel mewah bintang lima di tengah kota Guangzhou Provinsi Guangdong Cina

Rabu, 16 April 2008

Bikin Laporan

Kita kerja gimana kerasnya berusaha untuk maksimal, kadang-kadang nggak ada apa apanya kalau hasil kerja kita itu nggak dibikin laporannya.

Dari sering-sering bikin laporan kerja. Kita sering kali tersadar bahwa kerja kita selama ini belum sesuai dengan yang semestinya. Karena, ketika kita menulis laporan. Secara naluri kita ingin menampilkan yang terbaik dari hasil kerja kita, dan pada dasarnya, kita tahu bagaimana hasil maksimal dari pekerjaan yang kita jalankan

Selasa, 29 Mei 2007

TV LOKAL INDONESIA

Jumlah TV Lokal yang terdaftar di indonesia sudah hampir mencapai 100 statiun. Meskipun dari beberapa ada yang sama sekali belum mengudara, dalam tahap pembangunan ataupun bahkan ada yang sempat mengudara tapi saat ini sudah hilang entah kemana.

Padahal, mengurus perizinannya saja butuh waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit.
Mulai pegurusan akta perusahaan, KPID belum lagi izin frekuensi ke DISHUB yang ternyata frekuensi ada quotanya.

Terlepas dari pada itu semua, peluang PH lokal untuk menjadi "Content Provider" semakin terbuka. Ada banyak keahlian dan pengalaman yang dibutuhkan untuk memproduksi acara. Diharapkan ada waktu dan sedikit rasa berbagi dari teman-teman broadcast untuk berbagi ilmu dan pengalaman